Baca Berita

SOSIALISASI KEWASPADAAN TERHADAP KEKERASAN/PELECEHAN SEKSUAL PADA ANAK DAN KDRT

Oleh : nateses | 20 Oktober 2016 | Dibaca : 614 Pengunjung

Terkait dengan adanya beberapa kasus penculikan anak dan pelecehan seksual yang terjadi akhir- akhir ini, Kelurahan Sesetan mengadakan kegiatan sosialisasi tentang "Kewaspadaan Terhadap Kekerasan / Pelecehan Seksual pada Anak dan Kekerasan Dalam Rumah Tangga" pada guru-guru sekolah yang ada di Kelurahan Sesetan, Kepala Lingkungan dan PKK se Kelurahan Sesetan yang dilaksanakan pada tanggal 19 Oktober 2016 bertempat di Ruang Pertemuan Kelurahan Sesetan.

            Lurah Sesetan, I Nyoman Agus Mahardika, SKM. M.Kes dalam sambutan pembukaannya menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan bisa menumbuhkan kewaspadaan dini terhadap kekerasan dan pelecehan seksual pada anak yang terjadi di lingkungan sekitar, khususnya di lingkungan sekolah dan keluarga. Diharapkan nantinya guru-guru yang hadir dapat menularkan informasi yang didapat selama kegiatan berlangsung kepada rekan-rekan guru yang lain disekolah lanjut meneruskannya kepada anak-anak didiknya.

            Hadir sebagai pembicara dalam kegiatan sosialisasi tersebut adalah ibu Siti Sapurah, SH pendamping hukum dari Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Denpasar yang lebih dikenal dengan nama ibu Ipung dan ibu N. Arindri Dangkua, M.Psi, Psikolog salah satu pengurus P2TP2A Kota Denpasar.

            Siti Sapurah, SH (ibu Ipung) dalam pemaparannya banyak berbagi cerita seputar kasus-kasus  pelecehan seksual yang dialami oleh anak-anak yang dapat dipakai sebagai pembelajaran agar orang tua lebih waspada. Karna berdasarkan beberapa kasus perlu diwaspadai bahwa pelaku pencabulan/kekerasan seksual terhadap anak umumnya adalah orang-orang yang dekat dengan korban dan jangan pernah percaya terhadap orang asing. Dalam kesempatan ini disampaikan pula pentingnya dukungan moral dari keluarga terhadap korban, jangan pernah merasa malu atas kejadian yang menimpa korban karena itu merupakan tindakan kriminal/kejahatan dari pelaku yang harus dilaporkan.

            Sedangkan ibu Arindri lebih menekankan pemaparan pada kasus  kekerasan terhadap wanita maupun KDRT, dan pentingnya ditanamkan pendidikan seksual pada usia dini. Tidak lupa dalam kesempatan ini diputar film animasi mengenai Sex Education yang berisikan cerita seputar modus maupun kejadian kejahatan seksual terhadap anak. Diharapkan dengan penayangan film animasi ini akan dapat lebih meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sekitar. Acara diakhiri dengan tanya jawab dan ditutup oleh Lurah Sesetan


Oleh : nateses | 20 Oktober 2016 | Dibaca : 614 Pengunjung


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 



Foto
safari kesehatan
Video
Tradisi Omed-omedan
Facebook
Twitter